Cerita Sex Dewasa Gairah Iparku Dengan Tubuhku

Vlxxx.xyx – Cerita Sex Dewasa Gairah Iparku Dengan Tubuhku, Saya adalah Adri seorang pria yang sudah berkeluarga dengan seorang istri dan dua orang anak yang lucu-lucu,dan cerita berikut adalah pengalaman seks saya bersama ipar saya yang bernama Silvia (bukan nama sebenarnya).


Saya termasuk yang mempunyai nafsu besar dan cepat terangsang melihat cewek-cewek cantik dan seksi serta terobsesi dengan perempuan yang sudah bersuami. Kejadian ini bermula dari abang istri saya atau ipar saya dapat tugas keluar negeri untuk waktu yang cukup lama yaitu 6 bulan (akhir tahun 2003). Ipar saya ini mempunyai istri yang bernama Silvia dan seorang anak yang berumur satu tahun. Sejak dulu (waktu abang istri saya kawin) saya memang sudah tertarik sama Silvia karena selain orangnya cantik, badannyapun seksi dan walaupun sudah punya anak badannya tetap terawat bagus serta mempunyai bulu yang banyak ditangan dan dikakinya (mungkin didalam juga ya..).
Waktu ipar saya ini kawin waktu itu saya dan istri saya serta anak saya masih tinggal dirumah mertua. Karena obsesi saya terhadap Silvia besar sekali saya pernah mengintip dia waktu sedang pakaian sehabis mandi di kamarnya. Badan saya langsung bergetar begitu menyaksikan tubuhnya yang aduhai dan setelah itu saya selalu membayangkan dia dalam berhubungan dengan istri saya. Sejak kepaergiaan ipar saya ini saya berusaha mencari-cari kesempatan untuk dapat menikmati tubuh Silvia karena saya pikir pasti dia akan kesepian ditinggal suaminya.
Hingga suatu saat dimana mereka harus pindah rumah ke rumah yang baru (bulan Maret), saya pikir inilah kesempatan saya bisa lebih dekat lagi sama Silvia karena ipar saya sedang berada diluar negeri dan sudah pergi empat bulan maka tidak ada yang membantu mereka pindah. Saya selalu menawarkan diri saya untuk membantu mengangkat barang-barang yang akan dipindahkan dan untuk tidak mencolok saya bilang ke istri saya bahwa kasihan mereka kalau tidak dibantu. Waktu itu hari Sabtu saya akan mengangkat barang yang masih ada dari rumah lama ke rumah baru. Silvia dan anaknya serta pembantunya memang sudah tinggal dirumah baru mereka. Setelah barang-barang saya masukin ke dalam mobil saya segera bergerak ke rumah ipar saya yang baru.
Waktu saya tiba Silvia yang mengenakan daster sedang membenahi lemari pakaian mereka di kamar sementara anaknya sedang di temani pembantu di halaman belakang. Setelah barang saya turunkan, saya coba untuk berlama-lama di rumah itu dengan ikut membenahi barang-barang. Waktu itu saya membersihkan kipas angin yang sudah kotor dan tidak ada salahnya saya bersihkan. Setelah saya bersihkan debu-debu yang ada dikipas angin maka saya pikir lebih bersih lagi kalau dicuci. Saya memanggil Silvia dari arah pantry (karena ada pintu yang langsung kekamar mandi yang terdapat dalam kamar ipar saya, kamar mereka cukup luas dan ada kamar mandi didalamnya serta dari kamar mandi bisa langsung ke pantry) untuk menanyakan kepada Silvia dimana saya bisa menyiram tutup kipas angin dengan air keran yang ada selangnya. Silvia menyuruh saya membersihkan di kamar mandi dengan menggunakan shower. Saya membersihkan kipas angin sambil terus berpikir bagaimana caranya saya bisa menikmati tubuh ipar saya yang seksi ini.


Akhirnya saya dapat ide, saya akan berpura-pura jatuh karena lantai kamar mandi yang licin karena kena cipratan dari shower. Setelah saya selesai, akhirnya saya pura-pura jatuh dan menghempaskan kaki saya ke lantai sehingga menimbulkan bunyi jatuh. Saya kemudian merintih kesakitan dan minta tolong, dengan harapan didengan Silvia. Dengan tergopoh-gopoh Silvia datang menghampiriku yang terduduk di kamar mandi.
“Kenapa Dri,” tanya Silvia kepadaku dengan cemas.
“Aduh.. Mil, sakit nih, aku kepeleset,” kataku sambil memegang pantatku seolah-olah kesakitan karena jatuh.
“Mana yang sakit” kata Silvia kemudian.
“Ayo coba berdiri, Dri” kata Silvia sembari membantuku berdiri dengan setengah memelukku.
Akhirnya aku berdiri dengan dibantu oleh Silvia dan sewaktu dia membopongku masuk ke kamarnya kurasakan payudaranya yang montok sesak di tangan kananku. Kemudiaan Silvia membaringkan aku ditempat tidurnya untuk dapat mengobatiku. Akhirnya dengan susah payah Silvia membaringkanku di tempat tidurnya. Namun karena dengan setengah memelukku akhirnya Silvia ikut terjatuh juga ketempat tidurnya dengan posisi menindihku, sehingga kurasakan tubuh seksinya diatasku dan muka kami saling berhadapan dengan sangat dekat sekali bahkan hembusan napasnya terasa hangat dimukaku.


Silvia langsung malu melihat posisi kami itu dan tanpa membuang waktu aku memeluk Silvia sambil mengusap rambut panjangnya. Silvia pun terbuai dengan perlakuanku itu dan segera kudekatkan bibirku ke bibitnya yang terbuka merekah. Aku melumat bibirnya dengan lembut dan ternyata Silvia membalasnya pula. Sambil melumat bibirnya aku meremas pantatnya yang montok dan nafasnya kelihatan semakin memburu. Namun tiba-tiba Silvia tersadar dan seolah menarik dirinya dariku tetapi agak kutahan tarikan tubuhnya.
“Adri, kita tidak boleh melakukan ini” Silvia berkata kepadaku.
“Mil, sudah lama aku menantikan saat-saat begini” kataku kepadanya.
“Dari dulu aku sudah tertarik sama kau dan aku selalu memikirkan kau” sahutku kepadanya sambil terus memeluknya.
“Kau pasti kesepian ditinggal suamimu.., aku akan memuaskan kau.. Mil..” Kataku kemudian.
Silvia hanya terdiam saja mendengar perkataanku, Ia kelihatan bimbang dan ragu. Sambil membelai lembut aku kemudian mencium bibirnya lagi dan kami kembali bergumul.


“Oh.. Adri.. Beri aku kepuasan..” kata Silvia kepadaku.
“Tentu.. Sayang.. Aku akan memuaskan kau..” sahutku.
Kami berguling-guling saling pagut dan aku meremas payudaranya dengan bernafsu sekali.
“Tunggu dulu sayang..” Silvia berkata kepadaku sambil melepaskan dirinya dan merapikan daster dan rambutnya yang sudah acak-acakan.
“Kenapa Mil..” sahutku kemudian
“Martin dan Ipah ada di belakang, ntar aku suruh dulu mereka pergi ke minimarket” imbuh Silvia mengingatkan anak dan pembantunya yang bermain di halaman belakang.
Kemudian Silvia pergi menyuruh mereka pergi membeli sesuatu di minimarket supaya kami bisa melanjutkan hasrat birahi kami yang sudah tidak tertahankan. Setelah mengunci pintu rumah Silvia segera kembali ke kamar dan aku sudah siap menunggunya.
“Sudah pergi mereka sayang..?” kataku dan tanpa menjawab Silvia segera menyumpal mulutku dengan mulutnya. Kami saling mencumbu dan saling meremas.
Segera aku menarik ke atas daster yang dikenakannya dan tampaklah tubuh seksi dan menggairahkan yang benar-benar sempurna. Kulepas pengait BH nya dan benar-benar takjub aku menyaksikan payudaranya dan munjung dan montok dengan puting yang coklat dan bulu-bulu halus disekelilingnya. Aaku tidurkan Ia ditempat tidur dan segera saja aku menerkamnya. Ku melumat puting kanannya dan tangan kananku meremas payudaranya yang kiri.
Sementara tangannya meremas ramburku dan mengusap-usap punggungku. Bergantian aku mengulum dan menjilat puting kiri dan kanannya, terus jilatanku turun keperutnya yang rata walaupun sudah punya anak satu. Kelihatan sekali Silvia sudah sangat bernafsu karena celana dalamnya sudah basah dari luar. Aku turunkan celana dalamnya dengan bantuannya mengangkat pantatnya. Tampaklah pemandangan yang luar biasa yang belum pernah aku saksikan. vagina yang indah dengan bulu yang sangat lebat hampir sampai ke pusarnya dan menutup lubang memeknya. Memang Silvia termasuk yang mempunyai bulu banyak, tangan dan kakinya mempunyai bulu yang banyak namun tetap seksi, inilah salah satu yang membuat aku sangat menginginkannya.


Aku segera menjilati dan melahap memeknya, klitorisnya aku gigit kecil dengan gemas.
“Oh.. Dri.. Enak banget sayang, kau tahu membuatku enak” Silvia mulai merintih.
“Terus.. Sayang.. Akh.. Aku hampir tidak kuat..” erang Silvia.
Aku menyibakkan bulu memeknya dan terus menjilati memeknya dan sesekali aku masukkan lidahku ke dalam memeknya dan kugoyang-goyangkan sehingga Milly semakin merintih keenakan. Namun aku ingin membuat Silvia penasaran dan segera menghentikan aksiku. Kemudian aku berdiri dan segera melepaskan baju dan celanaku. Kulihat Silvia begitu penasaran melihat aku membuka pakaianku. Begitu aku menurunkan celanaku, tampak matanya terbelalak melihat celana dalamku, karena kontolku yang sudah tegang sekali sehingga sampai keluar dari CD-ku. Kulepas celana dalamku dan tampaklah kontolku mengacung dengan tegang dan keras.


Aku kemudian menghampiri Silvia dan menciumnya, Silvia segera menangkap kontolku, rupanya Ia sudah tidak sabar lagi untuk memegang kontolku.
“Akh.. Adri.. Besar banget kontolmu sayang.., aku suka sekali..” imbuh Silvia kepadaku.
“Ayo dong sayang.. Masukin kontolmu.. Ngentotin memekku.. Please.. Aku sudah nggak tahan..” Silvia berkata kepadaku dengan tidak sabar lagi, rupanya kesepiannya selama ini membuat Dia tidak tahan lagi.

Akupun segera memasukkan kontolku ke memeknya dengan diarahkan oleh tangannya. Segera aku tekan kontolku dan masuk ke memeknya, terasa sempit juga memeknya.. Dan bless.. Amblaslah kontolku ke dalam memeknya.

“Oh.. Oh.. Sayang..” desah Silvia.
“Mil, memekmu enak sekali” imbuhku.
“Dri.. Goyang terus sayang.. entotin terus” erangnya.
“Akh.. Ohh.. Kamu hebat sayang..” hanya itu yang keluar dari mulut kami Silvia sangat pintar memainkan pantatnya, diangkat.. diputar.. bergantian. Hampir 30 menit kami mengentot sampai akhirnya sudah hampir puncaknya.
“Dri.., aku mau keluar.. Mau puas..” teriak Silvia.
“Genjot terus sayang.. Akh.. Akhh..” desah Silvia.
Crop.. Crop.. Kecrop.. bunyi persetubuhan tititku dan vagina Silvia yang sudah becek.
Kugenjot terus vagina Silvia sambil kakinya menjepitkan pinggangku. Pinggulnya terkandung. Rupanya dia akan orgasme. Genjotan penisku kutingkatkan.
“Ooo.. Ahh.. Hmm.. Ssshh.. Aku keluarr..” erangnya dengan tubuh menggelinjang menahan puncak kenikmatan yang diperolehnya.
Kurasakan air maninya yang hangat membasahi tititku didalam memeknya. Akupun sudah tidak tahan lagi untuk mencapai puncak kenikmatan.
“Mil.. Aku juga mau keluarr.. Keluarin dimana sayang..” kataku kepada Silvia.
“Di dalam aja.. Yang paling dalam.. Ugh..” sahut Silvia.
Crett.. Crett.. Crett.. Crett.. akhirnya spermaku keluar dengan derasnya sampai-sampai memeknya tidak cukup menampung udara kenikmatanku, tampak spermaku keluar dari memeknya. Akhirnya tubuhku roboh menindih tubuh Mlky sambil berpelukan sementara tititku masih di dalam memeknya menumpahkan sisa spermaku.
“Mil.. Kau puas sayang..?” kataku kepada Silvia sambil kukecup lembut bibirnya.
“Puas sekali sayang.. Belum pernah aku sepuas ini.. Apalagi sudah 4 bulan aku sudah tidak ngentot..” katanya.
“Aku akan selalu memuaskanmu dalam kesetaraanmu..” kataku
“Kenapa kita tidak dari dulu bisa merasakan kenikmatan ini” desahnya aku.
“Iya.. sayang.. Tapi hari ini aku bahagia sekali..” sahutku sambil memeluk dan mencium ciuman yang basah.
“Ayo.. cepat bangun, sebentar lagi Martin dan Ipah pulang..” sergah Silvia sambil berdiri dan menarikku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
div>Mulai hari itu aku dan Silvia selalu membuat janji untuk dapat kembali kembali persetubuhan kami yang nikmat. Aku dan Silvia selalu berpose biasa diantara ipar maupun istriku. Kadang-kadang kami bertemu ditempat yang telah kami tentukan bahkan kadang Silvia membawa anak dan pembantunya ke rumah kakaknya kemudian Ia kembali ke rumah sambil menjemput aku terlebih dahulu untuk melewatkan nafsu kami yang sudah memuncak. Kejadian ini terus berlangsung sampai sekarang.

2 Comments

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *