Cerita Dewasa Anak Pembantuku Yang Masih Perawan Ku Perkosa Di Rumah

Vlxxx.xyxCerita Dewasa Anak Pembantuku Yang Masih Perawan Ku Perkosa Di Rumah , Diluar dugaan kami, setelah beberapa lama ternyata Mega bisa menghapus semua kekhawatiran kami, ia sangat rajin dan cekatan. Semenjak pagi saat kami baru bangun tidur, seluruh isi rumah sudah disapu dan dipel bersih, bahkan sarapan pagi sudah tersedia di meja makan. Istriku mengatakan bahwa kami sangat beruntung mendapatkan Mega sebagai pengganti bi sariyem yang sudah mulai tua. 7 bulan berlalu..Pekerjaanku sebagai marketing berjalan lancar, istriku bahkan mendapat kenaikan jabatan di kantornya. Saya senang dan bangga melihat semangat kerja. Hanya saja, semakin hari pulangnya semakin sakit, bahkan beberapa kali ia harus pulang jam 8 malam. Untung saja kantorku tidak terlalu ketat dalam hal jam kerja, bahkan dengan adanya sambungan internet di rumah terkadang aku bisa mengerjakan pekerjaan di rumah, hingga gak usah berangkat ke kantor.Suatu siang, iseng buka2 situs porno.. aku terkejut melihat sebuah video sex yang dimainkan oleh seorang laki-laki dengan seorang gadis kecil. Aku yakin umurnya di bawah 17 tahun mungkin 15 atau 16.. tapi.. gilaa.. setelah beberapa saat aku menyadari begitu terpengaruh oleh video tersebut..
Pikiranku melayang membayangkan bercinta dengan seorang gadis kecil, yang payudaranya baru tumbuh.. dengan puting kecil kemerahan.. bulu kemaluan yang masih halus.Aku membenahi posisi kemaluanku yang menggeliat membungkus dalam celana pendekku.. Tiba2 saja aku membayangkan Mega, dengan tubuh telanjang merintih di bawah tubuhku, menikmati batang kemaluanku menggesek lubang kemaluannya yang sempit… bergerak dalam tubuh yang mungil…. Ah.. gila! Sejak kapan aku menjadi seorang Phedofilia..? Seminggu kemudian, aku menyadari sesuatu telah mengganggu akal sehatku..Sesuatu yang membuat mataku selalu menatap dua bukit kecil di dada Mega, memperhatikan bentuk pantat dibalik pendek celananya.. sesuatu yang membuatku walau terlihat seperti tak sengaja berusaha menyentuh lengan, merasakan getaran kemaluanku saat berdekatan dan mencium bau tubuhnya.. Semakin aku membayangkan Mega, semakin sering aku bermasturbasi.. mengkhayalkan bagaimana nikmatnya bercinta dengan gadis kecil ini, Mega..Suatu pagi, saat istriku sudah berangkat kerja.. aku berdiri diam tanpa suara di depan kamar mandi, mendengar suara air jatuh di lantai kamar mandi, aku tau Mega sedang mengguyur tubuhnya yang telanjang, menyabuni lekuk tubuhnya, payudaranya.. sengkangnya.. Aku semakin tak tahan.. Pelan2 aku melangkah masuk ke dalam ruangan makan di sebelah kamar mandi.. Jantungku berdegup ketika melihat lubang ‘Manhole’ untuk memperbaiki atap.. Muncul sebuah ide untuk memasang lubang itu dan mengintip Mega dari atas plafon…Keesokan paginya, begitu Mega masuk kamar mandi, aku segera mengunci semua pintu dari luar, lalu tiba-tiba kilat tanpa suara membuka lubang manhole di atas ruko.. Aku sudah berada di atas plafon memanjat hati2 berusaha untuk mengeluarkan suara sedikitpun, ketika mulai terdengar suara guyuran udara di bawahku.. Aku segera menemukan sebuah lubang yang kecil dan mulai mengintip.. Jantungku berdegup begitu kencang ketika mataku mulai melihat dengan jelas ke dalam kamar mandi.. Ya Tuhan..
Aku nyaris tak percaya dengan penglihatanku, menyamping dari arahku.. tubuh Mega telanjang bulat, dengan payuda** yang sedang tumbuh bergayut indah.. Udara membasahi kulit remajanya, membuatnya terlihat segar dan…. hh.. pantatnya begitu padat.. Mega bersenandung lirih, tak menyadari seseorang sedang memperhatikan seluruh gerakannya.. menatap seMegap lekuk daging tubuhnya… Kemaluanku menegangkan berdenyut2..Mega membaca tubuhnya dengan sabun, aku terpaksa harus menelan ludah berulang2 saat ia menyabuni payudaranya. .sepertinya aku bisa merasakan kekenyalan dua bukit daging itu.. Saat Mega berbalik hendak menyimpan sabun, aku membelalakkan mata.. kearah sengkangannya.. bulu halus diatas kemaluannya benar2 menyempurnakan apa yang kulihat.. Tanganku mencengkram batang kemaluanku yang sudah benar2 keras.. “Aku harus… aku.. harus bercinta dengannya…” Mega mulai mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Aku terhenyak, karena tanpa kuduga ia menungging mengambil sikat gigi yang jatuh di lantai.. Daging kemaluannya menyembul dari sela2 pantatnya yang bulat.. aku tak dapat menahannya diri lagi, dengan sedikit gerakan meremas di pangkal kemaluanku dan.. “Aahhhh…..hhh…!!! Hhh… aa….h..h..!! Seluruh hasrat dan nafsuku meledak, menyemprotkan begitu banyak cairan sperma dalam celanaku.. Aku sedang berusaha mengatur nafasku saat Mega selesai memakai baju lalu keluar dari kamar mandi..Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.. aku tak juga bisa melupakan hasratku terhadap Mega.. Beberapa kali aku mengintip Mega mandi, dan entah kenapa berapa puluh kali sudah aku beronani membayangkan gadis imut 16 tahun itu.. dan aku semakin terobsesi oleh Mega.. tapi aku tak cukup nekat untuk melakukan apapun terhadapnya..
Sentuhan2 kecil seperti tak sengaja sering kulakukan, tapi ia hanya menghindar dengan sopan.. Aku tak berani melakukan lebih dari itu.. Sekitar 4 bulan kemudian, muncul ide untuk memancingnya dengan film porno.. Aku menyimpan beberapa DVD yang paling hot di atas tempat tidur. Biasanya setelah aku berangkat kerja, Mega baru berani masuk kamar tidur untuk menyapu dan merapikan kamar tidur kami.. Aku membiarkan salah satu DVD tersebut berada di DVD Player dalam kamar.. lalu berangkat kerja. Siangnya aku pulang sekitar jam 12.. sewaktu memasukan mobil ke dalam gerasi.. aku sempat melihat bayangan orang melesat keluar dari kamarku.. sekelebatan saja aku yakin bahwa itu adalah Mega.. aku melangkah masuk lewat pintu samping. Gak ada orang, aku ke belakang mencari Mega, tapi dia tak ada di dapur maupun di halaman belakang. Ku buka pelan2 pintu ruangan.. kosong..! “Megaaa..?!” Aku menemukan.. tak ada jawaban…Di depan pintu kamar mandi aku kembali menemukan, “MegaA…!!” “Yya.. pak..” terdengar suara dari dalam kamar mandi.. “lagi mandi..?” “I..ya.. gak.. iya.. ppak…!” Aku berjalan dengan suara langkah yang cukup jelas, membiarkan ia mengira aku berjalan ke ruangan depan.. lalu kecepatan kilat aku masuk ke dalam ruko, berlari lemari dengan hati2.. dan dalam beberapa detik aku sudah berada di atas plafon.. mulai mengintip melalui lubang kecil itu.. Aku menahan napasku yang langsung terasa sesak, saat melihat apa yang ada di bawah sana.Mega duduk bersandar di atas toilet yang tertutup.. kakinya mengangkang dan tangan mengapa berada di sela sengkangnya.. matanya terpejam..
aku nyaris tak percaya melihat gadis 16 tahun itu benar2 sedang bermasturbasi.. jari2 tangan bergerak cepat merangsang kelentitnya.. “Pancinganku berhasil, ia menonton DVD hot yang sengaja kuletakkan di atas tempat tidur..” Mega terlihat begitu terangsang, wajahnya menengadah, matanya terpejam dan tangannya semakin cepat bergerak… Samar2 terdengar suara rintihan kecilnya, “Hh..hh.. akh..”Aku semakin gemetar, ketika gadis itu perlahan menekan ujung jari telunjuknya ke lubang kemaluannya.. Lututnya bergetar.. sepertinya ia begitu larut dalam hasrat yang bergejolak.. “Ssh..hh.. hh..” Rintihannya kembali terdengar lirih, mengungkapkan keinginan seksual yang semakin memuncak.. Pelan2 aku menembus turun, berjalan ke ruang tengah dan menemukan lantang..” MegaAAA……. !Mega segera menyyahut “Ya paak…?!” “SINII….! CEPETANN..” Aku tau, di usia remaja seperti itu, hormon tubuh sedang bergejolak menuju ke kedewasaan seksi.. Membayangkan ia menonton video XXX seperti itu, aku berani bertaruh celana dalamnya pasti sudah basah oleh cairan vagina.. “di kamar mandi tadi, apa yang sedang ia bayangkan..? Ahh.. Pasti sebuah penis yang keras dalam kemaluannya..” “ya pak..?”Mega berdiri di pintu kamarku.. Aku merebahkan diri di atas tempat tidur hanya bercelana pendek dan kaos “tolong pijitin kaki saya, pegel banget..” Ragu2 Mega duduk di sebelah tempat tidur, dan mulai memijit kakiku… Aku memejamkan mata, menikmati sentuhan jemari kecilnya.. membayangkan kemungkinan ia tak sempat membasuh cairan vaginanya membuatku tak dapat menahan ereksi yang tiba2 saja membuat celana pendekku menonjol.. “Pahanya Mega,
agak keras..!”Remasan tangan lembutnya di pahaku semakin membuat kemaluanku bergetar.. “Sebentar, takut ada yang liat..” aku berdiri mengunci pintu kamar.. lalu kembali merebahkan diri.. Mega terlihat tegang, menyadari cetakan diselangkanganku semakin menggembung.. ia terus menundukan wajah.. Aku menarik tanganku agar kembali memijat pahaku.. Aku berusaha mendengarkan secara wajar, membiarkan ia memijat kakiku, lututku, paha. Aku meraih remote TV dan DVD Player yang berbaring di meja kecil di samping tempat tidur, lalu memijat tombol ON .. Tak lama sebuah adegan Blue Film muncul di layar, “ini bukan DVD yang tadi pagi aku pasang..” aku tersenyum, mengerti.. “kamu sudah liat film ini Mega..? Mega kepala menoleh tanpa menoleh.. “liat dong, udah belum…?” Mega melirik sekilas dan cepat2 menunduk lagi.. “Gak apa2 koq, kamu kan udah gede.. biar tau gimana caranya….” Mega diam seribu bahasa.. Aku memperbesar volume suara, hingga terdengar rintihan dan erangan wanita dalam film itu..Seorang laki2 dengan kemaluan cukup besar sedang menyetubuhinya… “Udah ya pak..? Mega mau ke belakang..” Mega berdiri hendak pergi kilat aku menyambar tangan.. menariknya duduk di sampingku..
Mega berusaha berontak tapi dekapanku cukup kencang membuat ia tak berkutik.. “Jangan takut Mega, kita nonton bareng mumpung gak ada orang..”.Mega mencoba berontak lebih keras.. aku menahan dengan tangan dan kakiku.. Gelinjang dan tubuhnya yang bergerak- gerak pemberontakan membuat gairahku semakin memuncak.. aku mulai menciumi wajahnya.. bau keringatnya membuat kemaluanku membungkus.. Mega scream kaget saat aku menarik celana pendeknya lepas, aku terkejut menyadari bahwa ia tak sempat memakai celana dalam setelah keluar dari kamar mandi.. Tanganku langsung menyentuh kemaluannya, jari tengahku sempat menyelip di sela bagian daging kemaluannya, terasa sedikit basah..Mega pemberontakan lebih keras.. ia menangis lirih, memintaku untuk melepaskannya.. Tapi aku sudah lupa semuanya.. Obsesi berbulan-bulan2, khayalan2 erotis ku membayangkan menikmati tubuh Mega .. seperti membludak menguasai tubuh dan keinginanku.. Aku meremas2 payudaranya, menciumi ciuman, mengagumi.. menjilati daun telinga nya.. Mega tak bisa melepaskan dekapanku.. ia terus bergerak, berusaha mendorongku.. Aku melepaskan celana pendekku dengan cepat.. kemaluanku mengacung tegang, menyentuh pahanya.. sengkangannya.Mega menangis.. kedua disambut memegang kepalanya, mencium ciuman dengan lembut.. Mega mulai melemah.. aku menciumi air mata yang membasahi kedua pipinya.. “jja..ngan pakk.. jangaaann.. ” Aku menjilati bagian samping meniru.. lubang telinga… ia melenguh.. menggelinjang… Kepala kemaluanku menempel di bibir kemaluannya.. ia mendorongku.. lemah.. “Ssshh..hhh.. jangan takut Mega.. gak akan sakit.. saya janji..” kemaluannya terasa hangat.. aku gak tahan ingin memasuki tubuhnya, tapi aku kesulitan menembus lubangnya yang masih sangat rapat. Aku membasahi kepala kemaluanku dengan air ludah, lalu mulai menekannya perlahan2…
“Aaghh.. sakiiiit…!” ia menangis pelan.. aku menekan lebih kuat.. “Aaaauuw….!” kepala kemaluanku perlahan menerobos celah sempit itu.. Aku mencium bibir Mega, mengulum lidahnya sambil menekan kemaluanku lebih dalam.. Tubuhku bergetar oleh rasa nikmat dan hasrat yang bergelora…Batang kemaluanku mengalirkan rasa nikmat yang luar biasa.. dijepit oleh daging hangat yang begitu erat mencengkram.. Darah segar membasahi kemaluanku.. “Mega.. Mega sayang.. aku telah merenggut keperawananmu..” Aku mulai menggerakkan kemaluanku keluar masuk.. Mega mencengkram erat punggungku, membuat sedikit kesulitan bergerak.. mata terus terpejam, tapi ia tak lagi berontak.. aku menekan pantatku.. hingga kemaluanku hampir masuk seluruhnya.. “Uughh..h..”.Mega melenguh.. merasakan sakit dan nikmat di saat bersamaan.. kuulangi gerakan keluar masuk itu beberapa kali, pelan tapi sedalam mungkin.. hingga kepala kemaluanku terasa menyentuh dasar vaginanya.. Tak ada lagi pemberontakan saat aku menarik kaosnya lepas… kedua payuda** yang sedang tumbuh itu langsung menyembul dengan indah.. “Ya tuhann..” Aku mencengkram kedua bukit daging itu dan mulai memakamnya dengan rakus…Mega menggelinjang.. aku memainkan puting susunya yang kecil dengan lidahku.. ia merintih.. “nghh..hh”.. pantatku kembali bergerak, mendorong kemaluanku yang sangat tegang melesak ke dalam tubuhnya.. menariknya keluar, lalu Menerobos masuk lagi.. menancap dalam tubuhnya.. menyentuh dinding kemaluannya.. bergerak semakin cepat, aku merasakan kenikmatan itu semakin menguasai tubuh dan pikiranku.. menjalari kaki, anus, batang kemaluan hingga kepalaku..
Aku bergerak semakin cepat, mengocok daging hangat Mega dengan kemaluanku yang semakin keras.. Sesekali ia menjerit kecil, kesakitan.. saat aku semakin menggila.. kejantananku bergerak dalam tubuh kecil Mega.. dalam jepitan vagina otot sempit yang basah oleh lendir vaginanya.Kemaluanku bergetar nikmat.. kemaluan Mega berdenyut hangat.. Akh, sepertinya aku tak mampu lagi menahan… Dalam kenikmatan, aku menatap wajah Mega yang manis dan lugu.. berkeringat dalam dekapanku.. mata terpejam, payudaranya tersentak sentak oleh gerakanku menyetubuhinya… puting kecilnya begitu indah kemerahan… Aaghhh.. aku menghentikan gerakanku sesaat.. berusaha menahan ledakan kenikmatan yang hampir menyemprot ke dalam tubuh gadis kecil ini.Untuk pertama kalinya, Mega membuka matanya yang basah… melihat ke dalam mataku dengan kental yang tak pernah kulihat sebelumnya… Kami masih saling berpandangan saat aku perlahan kembali menggerakan kemaluanku masuk, keluar.. masuk dan keluar semakin cepat… semakin kuat… “aaakhh…hh..” Mega mengerang.. Tak kusangka2 ia menarik kepalaku mendekat..Mega mencium bibirku.. aku langsung menggigit kulit. .membeli lidahku mencari2 lidahnya.. Dalam kenikmatan yang begitu memabukkan, aku merasakan lidah Mega bergerak dalam mulutku..”TMega.. hh..Aghhh. hh…” Sekali lagi aku berhenti…. berusaha menahan.. tapi.. akh.. Mega masih menggerakkan pinggulnya, tak menyadari bahwa aku sudah diambang puncak kenikmatan.. Kemaluannya yang sempit mengurutkan batang kemaluanku dengan sempurna…
“SSTOPP..Hhh..!!” aku menelepon berhenti.. dan.. terlambat.. “AAAAAh….Aaaaaaaghhhhh…hhh”.Mega berusaha mendorongku keluar dari tubuhnya, tapi tanpa sadar aku malah menekan kemaluanku dalam2.. “HHhhh…akhh…..” Rasa nikmat yang luar biasa benar2 membuatku kehilangan kesadaran.. Aku terus menggenjot kemaluanku dalam jepitan kemaluan Mega yang kencang, tenggelam dalam gelombang perasaan surgawi.. Menyemprotkan begitu banyak cairan sperma ke dalam tubuh gadis kecil itu..Dorongan tangan Mega tak membuatku tersadar, aku menekan kemaluanku dalam2 hingga pangkal kemaluanku.. Nikmat yang paling nikmat, orgasme yang begitu panjang… Ejakulasi yang begitu banyak jumlahnya, menyemprot dalam tubuh perawan 16 tahun ini… Aku mencium bibir Mega, menindihnya, memeluknya, menikmati kenyal payudaranya menekan dadaku, merasakan kemaluanku berdenyut2 dalam kemaluannya yang hangat. Selama beberapa saat kami tak bergerak, tubuh telanjang kami menyatu, basah oleh keringat.. tanpa ada suara, tanpa ada gerakan, hanya nafas yang terdengar… Esoknya, hari berikutnya dan esoknya lagi.. Mega menghindar untuk bertatap muka denganku.. SeMegap istriku berangkat kerja, ia langsung mengurung diri di kamar.. Aku mencoba bersabar menunggu sampai ia keluar dari kamar.. Tapi sampai beberapa jam aku menunggu ia tak juga keluar, aku mengetuk pintu kamarnya, menembus tapi ia tak mau menjawab..Hari sudah siang dan banyak pekerjaan rumah yang masih belum ia kerjakan. Daripada nanti istriku bertanya, lebih baik aku mengalah.. lalu berangkat ke kantor..
Tapi sakitnya rumah sudah kembali rapi, rupanya setelah aku meninggalkan rumah, Mega langsung bekerja seperti biasa.. Didepan istriku Mega berusaha berpura-pura wajar, seperti sebelum ada kejadian itu, tapi ketika istriku masuk kamar mandi atau pergi ke warung, Mega langsung masuk kamar dan mengunci pintu dalam ruangan. Lama lama aku jadi semakin geregetan, kesal dan penasaran.. Suatu malam, aku sibuk menyelesaikan pekerjaan dengan laptop ku.Istriku tidur sangat lelap akibat obat flu yan diminumnya.. Sekitar pukul 00.30, dalam kenyamanan malam itu terdengar sayup2 suara pintu kamar Mega terbuka. Perlahan tanpa suara aku berjalan keluar, rupanya Mega sedang ke kamar mandi mungkin terbangun karena pengen buang air kecil. Tiba2 muncul ide gila, diam2 aku masuk ke kamar Mega yang gak dikunci, lalu masuk ke kolong tempat tidurnya. Sekitar 2 menit kemudian Mega masuk, lalu mengunci pintu kamar. Aku melihat kaki Mega sebatas betisnya yang kuning langsat melangkah menuju tempat tidur.Mega membanting tubuhnya ke atas kasur hingga hidungku terbentur bagian bawah kasur, aku memaki dalam hati. Setelah menunggu sekitar 20 menit, aku mulai mendengar suara nafas yang teratur, ia sudah terlelap.. Perlahan-lahan aku mulai keluar dari kolong tempat tidur itu. Begitu berdiri dadaku langsung berdegup kencang.. Mega berbaring lelap hanya dengan mengenakan bra.. Pelan2 aku menarik selimut kain yang menutupi bagian bawah tubuhnya.. celana dalam berwarna hitam menutupi gundukan daging diselangkangannya..Aku mendekatkan wajah ke arah kemaluannya.. menciumnya lembut. .
Kemaluanku langsung menggeliat.. Sudah 10 hari sejak kejadian itu, aku benar2 seperti keranjingan, menelusuri tubuh setengah telanjang Mega dalam cahaya lampu yang agak redup.. menyentuh kulit yang menembus dengan punggung tiba, lalu jari tiba dengan lembut menekan bagian daging kemaluannya.. Terasa bagian bibir vaginanya hangat dan… Ahh, kemaluanku sudah tak bisa diajak berkompromi.. tegang tegang gak tahan ingin memasuki tubuh gadis kecil ini, merasakan nikmatnya kemaluan sempit yang membuat tergila2. Aku melepas celana dalamku hingga kemaluanku tegak mengacung.. lalu dengan sangat perlahan memeluk Mega .. Untuk sesaat Mega tak bergeming, aku menempelkan batang kemaluanku di pahanya.. menekannya sedikit membuat gairahku semakin menggila.. Aku merangkul tubuhnya, lalu menciumnya.. dan saat itu juga Mega terbangun, hampir berteriak kalo aku gak segera menutup mulut dengan penuh perhatian. .. “Ssst, jangan berisik.. nanti ibu bangun..!” Mega terdiam, tubuhnya terasa tegang.. aku mempererat pelukanku.. ” Megaa….aku kangeeenn…..!” Mega diam tak menjawab… Sebelah lenganku berada di bawah memotret, memeluknya, menciumi pundaknya… Mega pemberontakan.. menggeliat.. Aku menarik tubuhnya dan langsung menindihnya.Mega menatap nanar… “Jangann pak.. Mega takutt…” Setelah yakin bahwa ia tak akan berteriak, aku turun dari tempat tidurnya, mematikan lampu hingga ruangan itu menjadi gelap gulata.. lalu menaiki kembali tempat tidur Mega. Aku kembali menindih tubuh Mega yang setengah telanjang..
Menciumi pundak, leher, hingga daun telinga Mega.. Nyaris tak bisa melihat apapun dalam kegelapan, aku menguasai tubuh Mega.. menjelajahinya, merabanya, mengelusnya.. meremasnya…Mega tak mampu memberi perlawan yang berarti, karena dia terlalu takut untuk berteriak.. dan sepertinya dia sudah mulai mempengaruhi dengan apa yang kulakukan pada dirinya.. Aku menarik bra nya turun.. lalu mulai memanaskan payudaranya dengan rakus… suara desahan Mega membuat darahku serasa mendidih membakar nafsu.. Lidahku mempermainkan puting sebelah kiri, sambil menerima meremas remas payuda** pemberitahuan.Tak lama, aku berhasil menarik lepas celananya hingga saat itu, Mega gadis kecil itu.. telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya, dalam kegelapan kamar tidurnya, sepenuhnya dalam kekuasaan nafsuku… Mega mendesah saat kedua mencapai memilin kedua putingnya, menciumi lapisan dalamnya.. terus turun hingga hidungku menyentuh bulu halus kemaluannya..Lidahku menyentuh cetakan kecil yg terselip disela kemaluannya, Mega menggelinjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *